Categories: Uncategorized

Wahh…Danau Tova Bau Bangkai Akibat Ratusan Ton Ikan Mati

SAMOSIR | Ratusan ton ikan di Keramba Jaring Apung (KJA) di kawasan Danau Toba, tiba-tiba mengambang. Bau bangkai ikan di kawasan danau di sekitar Kec Pangunguran, Kab Samosir pun terasa menyengat.

Ikan-ikan itu mati mendadak. Saat ini aparat setempat sedang mengevakuasi bangkai ikan yang mengambang di permukaan danau. Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenis ikan nila dan ikan mas yang mati di KJA itu merupakan kelolaan warga sekitar.

Salahseorang petani ikan bernama Roy Malau mengatakan, di lokasi itu ada puluhan petani. Satu orang petani bisa punya 150 lobang keramba.

“Kalau saya punya, ada enam lobang,” kata Malau, warga Aek Nihuta, Kamis (23/8/2018).

Menurut Roy, tanda-tanda itu sudah terlihat sejak Senin, 20 Agustus 2018. Bahkan sebagian ikan sudah berada di dasar jaring.

Untuk mengatasinya, para petani mencoba memberikan oksigen. Namun keesokan harinya ikan-ikan itu malah mati.

“Di tempat saya hampir mati semua. Yang sisa tinggal bibit yang masih kecil,” katanya.

Untuk ikan yang mati, rata-rata sudah siap panen. Ukuran beratnya bervariasi. Namun Roy mengaku sejauh ini ia belum mengetahui penyebabnya.

“Bupati dan petugas dari instansi terkait sudah datang, tapi kami belum tahu penyebab matinya ikan ini,” sebut Roy.

Saat ini, bau bangkai masih sangat menyengat di tepian danau, karena bangkai masih berserakan di tepi danau. Alat berat sudah didatangkan untuk membantu penguburan ikan di lahan kosong milik warga. Untuk mengumpulkan seluruh bangkai yang beserak, ikan itu dibawa dari keramba ke tepi danau dengan menggunakan perahu nelayan.

“Kami berharap ada solusi dari kejadian ini. Karena kami menggantungkan uang sekolah anak kami dari penghasilan keramba ini,” ucap Roy.

Ternyata, fenomena matinya ikan bukan kali ini saja terjadi. Pada 2004 silam, ikan mati secara massal juga pernah terjadi di kawasan Kecamatan Haranggaol.

Penyebabnya diduga karena virus Herves Koi. Selanjutanya pada 2016. Seribu ton lebih ikan mati. Namun penyebabnya bukan karena penyakit. Pada awal 2017 kematian massal ikan terjadi di kawasan Tongging dan Silalahi.red

admin

Recent Posts

Polres Labusel Gelar Doa Bersama dalam Rangka “Damai Indonesiaku”

koranmonitor - LABUSEL | Personel Polres Labuhan Batu Selatan (Labusel) menggelar doa bersama, dalam rangka…

7 jam ago

PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari DPR RI

koranmonitor - JAKARTA | Wakil Ketua Umum (Waketum) PAN Viva Yoga Mauladi mengumumkan penonaktifan Eko…

11 jam ago

MKD DPR RI Minta Ketum Parpol Nonaktifkan Anggota DPR Bermasalah!

koranmonitor - JAKARTA | Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI meminta para ketua umum partai…

13 jam ago

Menteri Pertanian Sebut Harga Beras Turun di 32 Provinsi

koranmonitor - JAKARTA | Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, harga beras turun di 32…

1 hari ago

Bertemu Prabowo, Ormas Islam Siap Sinergi Jaga Kondusifitas Bangsa

koranmonitor - JAKARTA | Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan 16 organisasi keagamaan di kediamannya,…

1 hari ago

SADIS! Gegara Tagih Utang Rp 200 Ribu, Wanita di Binjai Dihabisi Kekasih, Pelaku Dikatain Miskin

koranmonitor - BINJAI | Kasus penemuan mayat wanita yang menggegerkan warga kos-kosan Jalan Tamtama, Kelurahan…

1 hari ago