Warga Jati Makmur Binjai Resah, Ternak Bebek di Permukiman Padat Penduduk Dikeluhkan.
koranmonitor – BINJAI | Warga Lingkungan I, Jalan Tengku Amir Hamzah, Gang Sulaiman, Kelurahan Jati Makmur, Kecamatan Binjai Utara, Binjai, mengaku resah dengan keberadaan ternak bebek di kawasan permukiman padat penduduk, Minggu (1/2/2026).
Menurut warga, aroma tidak sedap yang sangat menyengat dari ternak bebek yang diperkirakan mencapai 1.000 ekor tersebut mengganggu kenyamanan dan ketenteraman masyarakat sekitar.
Ibu Nurul bersama puluhan warga lainnya menuturkan, aktivitas peternakan tersebut semakin meresahkan menjelang Idul Fitri. Mereka khawatir bau menyengat dari kandang bebek akan mengganggu aktivitas warga saat perayaan Lebaran.
“Kami warga Jalan Sulaiman, Kelurahan Jati Makmur, keberatan dengan adanya ternak bebek di sekitar permukiman kami. Bau dari ternak tersebut sangat mengganggu kenyamanan. Kami sudah melakukan aksi protes kepada pemilik ternak, tetapi hingga kini belum dipindahkan jauh dari permukiman,” ujar salah seorang warga.
Warga menyebutkan, mediasi telah dilakukan sebanyak dua kali bersama pemilik ternak dan pihak kelurahan. Namun hingga kini, pemilik belum merealisasikan relokasi kandang sebagaimana yang diharapkan masyarakat.
Selain persoalan bau, warga juga mengkhawatirkan potensi penyebaran penyakit akibat limbah kotoran bebek yang dinilai tidak dikelola secara maksimal dan berpotensi menjadi sumber penyakit.
Sementara itu, Lurah Jati Makmur, Robi, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (2/2/2026), membenarkan mediasi telah dilakukan. Dalam musyawarah tersebut, kata dia, disepakati bahwa pemilik akan memindahkan ternak bebeknya satu minggu setelah Lebaran.
“Permasalahan kandang bebek tersebut sebelumnya sudah kami proses dan mediasi. Dalam musyawarah dicapai kesepakatan bahwa pemilik akan merelokasi ternaknya satu minggu setelah Lebaran. Saat ini kondisinya memang belum bisa segera dipindahkan, dan itu yang disepakati bersama,” jelasnya.
Warga berharap pihak Kelurahan Jati Makmur dan instansi terkait segera turun tangan meninjau langsung kondisi di lapangan serta memastikan kesepakatan yang telah dibuat dapat direalisasikan.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak kelurahan belum memberikan tanggapan lanjutan terkait langkah yang akan diambil, apabila pemilik ternak tidak menepati hasil musyawarah yang telah dua kali dilaksanakan.
Masyarakat meminta agar pemilik ternak segera memindahkan kandang ke lokasi lain yang tidak mengganggu kenyamanan warga, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan kondusif. KM-andy/R

