Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap dan Kepala Kanwil DJP Sumut I Belis Siswanto.
koranmonitor – MEDAN | Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap berharap, sinergi antara Pemko Medan dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dapat terus diperkuat guna meningkatkan penerimaan pajak yang berdampak langsung pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Harapan tersebut disampaikannya usai berkunjung ke Kantor Wilayah DJP Sumatera Utara I, Jumat (27/3/2026).
Kedatangan Zakiyuddin ini disambut langsung oleh Kepala Kanwil DJP Sumut I Belis Siswanto.
Zakiyuddin mengatakan, pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mempererat koordinasi sekaligus menimba pengetahuan terkait pengelolaan pajak, baik di tingkat daerah maupun pusat.
“Ya hari ini kita sudah langsung bertemu dengan Kanwil Pajak. Kita berterima kasih sudah disambut dengan baik. Harapan kita, kita terus berkoordinasi dan menimba ilmu tentang pajak,” ujar Zakiyuddin.
Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Menurutnya, pajak yang dibayarkan masyarakat pada akhirnya akan kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik.
“Kita berharap masyarakat untuk taat pajak, karena apa yang dibantu akan kembali kepada masyarakat lagi. Minimal untuk pembangunan jalan, drainase, rumah sakit, listrik, semua nanti akan kembali,” jelasnya.
Zakiyuddin menegaskan, setiap pajak yang dihimpun akan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat Medan. Oleh karena itu, kolaborasi antara Pemko dan DJP dinilai penting untuk memastikan optimalisasi penerimaan pajak.
“Setiap pajak yang dikutip nanti akan kita kembalikan lagi. Inilah yang kita sharing dengan kantor pajak. Mudah-mudahan koordinasi ini bisa berjalan dengan baik dan bermanfaat untuk seluruh masyarakat Medan,” pungkasnya.
Di tempat sama, Kepala Kantor Wilayah DJP Sumatera Utara I Belis Siswanto menyambut baik kunjungan tersebut sebagai upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam meningkatkan penerimaan negara.
Menurutnya, DJP siap mendukung Pemko Medan dalam mengoptimalkan potensi pajak daerah maupun pusat melalui berbagai program kerja sama, termasuk pertukaran data dan pengetahuan.
“Intinya kita ingin meningkatkan sinergi kolaborasi. Kita memiliki tugas yang sama untuk negara, khususnya di sektor penerimaan. Apa yang bisa disinergikan, kita kolaborasikan agar kontribusi yang diberikan bisa lebih optimal,” ujar Belis.
Ia menambahkan, dengan kerja sama yang baik dan berlandaskan prinsip integritas serta tata kelola yang benar, penerimaan pajak diharapkan dapat meningkat dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. KM-fah/R

