Suasana di rumah duka bocah tewas korban hanyut di Sungai Denai, Senin (6/4/2026). (Foto. KMC)
koranmonitor – MEDAN | Seorang anak perempuan berusia 9 tahun ditemukan tewas setelah hanyut di Sungai Denai, Kota Medan pada Minggu (5/4/2026) sore.
Korban Septian Anjani Harahap, warga Jalan Raya Menteng Gang Abadi, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, diketahui sempat bermain dan mandi di sungai bersama teman-temannya.
Informasi dihimpun dari Posko Siaga Bencana BPBD Kota Medan menyebutkan, laporan pertama diterima sekitar pukul 17.00 WIB.
Sebelumnya, kejadian nahas sekitar pukul 16.00 WIB itu, arus sungai cukup deras menyeret tubuh korban hingga tenggelam.
Keempat teman korban yang panik kemudian bergegas melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar. Upaya pencarian langsung dilakukan secara spontan oleh masyarakat setempat sambil menunggu kedatangan tim penyelamat.
Koordinator sekaligus Manager Pusdalops-PB BPBD Kota Medan, Ahmad Untung Lubis menyebutkan, pihaknya segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan berkoordinasi bersama berbagai pihak terkait.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung menginformasikan kejadian ini kepada Basarnas untuk mempercepat proses pencarian.
“Begitu laporan kami terima, personel langsung berkoordinasi dengan Basarnas, serta pihak kelurahan dan kecamatan setempat untuk melakukan upaya pencarian secara terpadu,” ujar Ahmad Untung Lubis, Senin (6/4/2026).
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Kota Medan, dan masyarakat setempat kemudian melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Denai. Pencarian dilakukan dengan fokus pada titik awal korban dilaporkan tenggelam.
Setelah beberapa waktu melakukan pencarian intensif, korban akhirnya ditemukan tidak jauh dari lokasi awal kejadian. Namun, kondisi korban saat ditemukan sudah tidak bernyawa.
“Korban ditemukan di sekitar aliran Sungai Denai, tidak jauh dari lokasi awal dilaporkan hanyut. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.
Jenazah korban kemudian langsung dievakuasi oleh tim gabungan dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Suasana duka menyelimuti kediaman korban saat jenazah tiba.
Ahmad Untung Lubis juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai atau area berbahaya lainnya.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada dan tidak membiarkan anak-anak bermain di sungai tanpa pengawasan, mengingat arus sungai bisa berubah sewaktu-waktu dan sangat berbahaya,” pungkasnya. KM-ded/R

