Badko HMI Sumut Apresiasi BNN Sumatra Utara Berhasil Ungkap Home Industry Vape Narkoba Etomidate
koranmonitor – MEDAN | Peredaran narkotika di Sumatera Utara diduga mulai memanfaatkan berbagai modus baru untuk menyamarkan produk terlarang agar terlihat seperti barang konsumsi biasa. Pengungkapan home industry vape yang diduga mengandung etomidate oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara menjadi perhatian serius Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sumut.
Badko HMI Sumut menilai pengungkapan tersebut bukan sekadar keberhasilan menangkap pelaku, tetapi juga menjadi alarm bagi masyarakat bahwa pola peredaran narkotika semakin berkembang dan menyasar ruang yang dekat dengan kehidupan generasi muda.
Bendahara Umum Badko HMI Sumatera Utara, Fikri Ihsan Hasri Rangkuti, menyampaikan apresiasi kepada BNN Sumut yang dipimpin Brigjen Pol. Tatar Nugroho, S.I.K., S.H., M.H., beserta seluruh jajaran yang terlibat dalam pengungkapan tersebut.
Menurut Fikri, langkah BNN Sumut menunjukkan bahwa aparat tidak boleh lengah menghadapi perkembangan modus peredaran narkotika yang semakin beragam.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BNN Sumatera Utara beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras mengungkap home industry vape yang diduga mengandung etomidate. Ini merupakan bentuk keseriusan negara dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman narkotika,” ujar Fikri, Senin (3/8/2026).
Fikri menilai penggunaan produk vape sebagai media yang diduga berkaitan dengan peredaran zat terlarang harus mendapat perhatian khusus. Pasalnya, produk vape sangat dekat dengan kalangan anak muda sehingga diperlukan pengawasan dan edukasi yang lebih kuat.
Ia mengingatkan, ancaman narkotika saat ini tidak selalu hadir dalam bentuk yang mudah dikenali. Modus yang memanfaatkan tren, gaya hidup, maupun produk yang tampak umum di tengah masyarakat harus diantisipasi bersama.
Namun, Badko HMI Sumut meminta pengungkapan tersebut tidak berhenti pada pelaku yang telah diamankan.
Fikri mendorong BNN Sumut melakukan pengembangan secara menyeluruh untuk mengetahui kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik home industry tersebut.
“Kami berharap BNN tidak berhenti pada pelaku yang sudah diamankan. Kalau memang ada jaringan di belakangnya, harus dibongkar sampai tuntas, mulai dari asal bahan baku, pemasok, pihak yang membiayai hingga jalur distribusinya. Jangan sampai yang tertangkap hanya bagian kecil dari jaringan yang lebih besar,” tegasnya.
Menurut Fikri, pengungkapan tersebut juga harus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan dan masyarakat.
Badko HMI Sumut menyatakan siap mengambil bagian dalam upaya pencegahan melalui edukasi kepada mahasiswa dan generasi muda mengenai bahaya narkotika serta pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai modus baru penyalahgunaan narkoba.
“Pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat. Semua elemen harus mengambil peran. Kami dari Badko HMI Sumut siap mendukung melalui edukasi, pengawasan sosial dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Fikri berharap keberhasilan BNN Sumut mengungkap home industry vape yang diduga mengandung etomidate dapat menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih luas sekaligus mempersempit ruang gerak para pelaku peredaran narkotika.
“Kami berharap ini menjadi momentum untuk mempersempit ruang gerak sindikat narkotika di Sumatera Utara. Jangan beri ruang bagi modus baru yang dapat mengancam generasi muda. Sumatera Utara harus terus bergerak menuju wilayah yang bersih dari narkotika,” pungkasnya.KM-Zai

