BADKO HMI Sumut Serukan Perang Total Melawan Narkoba: Jangan Biarkan Generasi Muda Hancur

BADKO HMI Sumut Serukan Perang Total Melawan Narkoba: Jangan Biarkan Generasi Muda Hancur

BADKO HMI Sumut Serukan Perang Total Melawan Narkoba: Jangan Biarkan Generasi Muda Hancur

koranmonitor – MEDAN | Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sumatera Utara, Muhammad Yusril Mahendra Butar-Butar, menyerukan perang total terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang dinilai semakin mengancam masa depan generasi muda di Sumatera Utara.

Menurut Yusril, persoalan narkotika tidak lagi dapat dipandang sebagai tindak kriminal biasa, melainkan telah berkembang menjadi ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa. Kondisi tersebut, kata dia, juga berkaitan dengan meningkatnya berbagai persoalan sosial yang melibatkan kalangan remaja, termasuk aksi tawuran dan tindak kekerasan. Selasa (7/7/2026).

“Generasi muda adalah aset bangsa. Ketika mereka terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba, bukan hanya masa depan pribadi yang hancur, tetapi juga masa depan daerah dan bangsa ikut dipertaruhkan,” tegas Yusril.

Ia menilai maraknya tawuran di kalangan remaja tidak dapat dilepaskan dari berbagai faktor, mulai dari lemahnya pengawasan keluarga, pengaruh lingkungan, rendahnya literasi hukum, hingga penyalahgunaan narkoba yang memperburuk perilaku berisiko. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh melalui pendekatan preventif, edukatif, dan penegakan hukum.

Menurutnya, upaya pemberantasan narkoba harus dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga, sekolah, kampus, rumah ibadah, hingga organisasi kepemudaan. Edukasi mengenai bahaya narkotika juga harus dilakukan secara masif dan berkelanjutan agar generasi muda memiliki ketahanan terhadap pengaruh negatif.

Yusril turut mendorong pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Badan Narkotika Nasional (BNN), lembaga pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta organisasi kepemudaan untuk memperkuat kolaborasi dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba.

“Jika kita ingin menekan angka tawuran, kriminalitas remaja, dan berbagai bentuk kekerasan, maka perang melawan narkoba harus menjadi gerakan bersama. Tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk menyelamatkan generasi muda,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan pemberantasan narkoba tidak cukup hanya diukur dari banyaknya pelaku yang ditangkap, tetapi juga dari keberhasilan mencegah lahirnya pengguna baru melalui pendidikan, pembinaan, dan penguatan karakter generasi muda.

BADKO HMI Sumatera Utara, lanjut Yusril, berkomitmen untuk terus mengawal berbagai program edukasi, advokasi, dan kampanye sosial yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika. Organisasi tersebut berharap lahir gerakan kolektif yang mampu menciptakan lingkungan yang aman, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba demi terwujudnya Sumatera Utara yang lebih maju dan berdaya saing.KM-Nasti

Exit mobile version