Bukan Sekadar Ngopi! Dansat Brimob Sumut Resmikan Te Kun dan Kita Monitor: “Kopi Berkualitas, Berita Juga Harus Berkualitas”
koranmonitor – BINJAI | Secangkir kopi dan berita kini menemukan ruang yang sama di Kota Binjai. Warkop Te Kun sekaligus Kantor Redaksi Kita Monitor resmi hadir di kawasan Simpang Tekun, Jalan HOS Cokroaminoto Nomor 17, Kota Binjai, Selasa (25/8/2026).
Bukan sekadar tempat menikmati kopi, kawasan ini dirancang sebagai ruang pertemuan antara masyarakat, pelaku usaha dan insan pers. Konsep tersebut mendapat apresiasi dari Komandan Satuan Brimob Polda Sumatera Utara, Kombes Pol M. Rendra Salipu, S.I.K., M.Si., yang secara langsung meresmikannya melalui pengguntingan pita.
Di hadapan para tamu undangan, Rendra menyebut perpaduan antara kopi dan berita merupakan konsep yang sederhana, tetapi memiliki makna yang cukup kuat. Menurutnya, warung kopi sejak lama menjadi tempat masyarakat berkumpul, berdiskusi dan bertukar gagasan, sedangkan media memiliki peran menyebarkan informasi kepada publik.
“Ini konsep yang menarik. Kopi dan berita sebenarnya memiliki hubungan yang sangat dekat dengan masyarakat. Orang datang ke warung kopi bukan hanya untuk menikmati kopi, tetapi juga untuk bertemu, berdiskusi dan bertukar informasi. Di sinilah media bisa hadir memberikan informasi yang benar dan berimbang,” ujar Rendra.
Ia berharap Warkop Te Kun dapat menjadi ruang publik yang terbuka dan nyaman bagi masyarakat. Menurutnya, suasana santai di warung kopi justru dapat melahirkan berbagai gagasan yang bermanfaat apabila dimanfaatkan dengan baik.
“Jangan melihat tempat ini hanya sebagai tempat orang datang membeli kopi kemudian pulang. Saya berharap tempat ini bisa menjadi ruang untuk berdiskusi, bersilaturahmi dan melahirkan gagasan-gagasan positif untuk masyarakat,” katanya.
Namun, Rendra juga memberikan pesan khusus kepada jajaran redaksi Kita Monitor. Menurutnya, media yang berada satu atap dengan ruang publik harus mampu menjaga kepercayaan masyarakat melalui pemberitaan yang profesional.
“Kalau kopinya harus enak dan berkualitas, beritanya juga harus berkualitas. Jangan sampai kopinya diseduh dengan baik, tetapi beritanya tidak disajikan dengan baik,” ucapnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Rendra sembari menekankan pentingnya akurasi dan keberimbangan dalam pemberitaan.
Ia mengingatkan bahwa informasi yang dipublikasikan media dapat memberikan pengaruh luas terhadap masyarakat. Karena itu, setiap berita harus melalui proses verifikasi dan tidak hanya mengejar kecepatan.
“Berita itu punya tanggung jawab. Jangan hanya cepat, tetapi harus benar. Jangan hanya menarik perhatian, tetapi harus bisa dipertanggungjawabkan. Kalau ada kritik, sampaikan berdasarkan fakta. Kalau ada informasi, pastikan kebenarannya,” tegasnya.
Rendra berharap Kita Monitor dapat mengambil peran sebagai media yang mampu menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dengan berbagai pihak.
“Media itu penting sebagai jembatan. Masyarakat punya aspirasi, media bisa menyampaikannya. Pemerintah dan aparat juga punya program dan informasi yang perlu diketahui masyarakat. Kalau komunikasinya berjalan baik, tentu manfaatnya kembali kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan media lokal juga sangat penting karena lebih dekat dengan dinamika kehidupan masyarakat di daerah.
“Media lokal mengetahui persoalan masyarakat secara langsung. Karena itu saya berharap Kita Monitor bisa menjaga independensi, menyajikan berita secara proporsional dan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat,” sambungnya.
Peresmian tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh lintas wilayah, di antaranya Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo, Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Hotdiatur Purba, Kepala BNN Kota Binjai Ucok Ferry, Kalaksa BPBD Binjai Rudi Iskandar Baroes dan Kepala Bapperida Kota Binjai Rifi Hamdani.
Kehadiran para pejabat dan tokoh tersebut menambah semarak acara yang berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.
Sementara itu, pendiri sekaligus pemilik Warkop Te Kun dan Kita Monitor, Zainal Abidin Nasution atau Ki Ageng bersama Erwin, mengungkapkan rasa syukur atas terwujudnya konsep yang sejak awal mereka gagas.
Menurut keduanya, membangun tempat tersebut bukanlah proses yang singkat. Banyak tahapan dan tantangan yang harus dilewati sebelum akhirnya Warkop Te Kun dan Kantor Redaksi Kita Monitor dapat diresmikan.
“Kami sangat bersyukur hari ini Kedai Kopi Te Kun dan Kantor Redaksi Kita Monitor resmi dibuka. Ini bukan perjalanan yang mudah. Banyak proses yang kami lalui. Alhamdulillah, berkat dukungan keluarga, sahabat, kerabat dan semua pihak, akhirnya apa yang kami cita-citakan bisa terwujud,” ujar keduanya.
Ki Ageng dan Erwin mengatakan, mereka ingin menjadikan Warkop Te Kun sebagai tempat yang ramah bagi semua kalangan, sementara Kita Monitor akan terus dikembangkan sebagai media yang mengutamakan informasi faktual dan berimbang.
“Kami ingin masyarakat merasa nyaman datang ke sini. Bisa ngopi, ngobrol, bertukar pikiran, sekaligus mendapatkan informasi. Sedangkan dari sisi media, kami berkomitmen menjaga pemberitaan agar tetap berimbang dan dapat dipercaya,” katanya.
Mereka berharap keberadaan tempat tersebut dapat memberikan warna baru bagi Kota Binjai, terutama dalam membangun ruang interaksi antara masyarakat dan media.
“Kami ingin kopi dan berita sama-sama memberikan manfaat. Kopi membuat orang nyaman untuk duduk dan berdiskusi, sedangkan berita memberikan informasi agar masyarakat semakin memahami apa yang terjadi di sekitarnya,” ujar mereka.
Acara peresmian kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan sesi foto bersama. Para tamu menikmati suasana Warkop Te Kun sembari berbincang santai.
Kini, di kawasan Simpang Tekun, masyarakat memiliki satu ruang baru untuk melakukan dua hal sekaligus: menikmati secangkir kopi dan mengikuti denyut informasi Kota Binjai.
Pesan Dansat Brimob Sumut pun menjadi catatan penting bagi dua wajah tempat tersebut: kopi boleh diracik dengan cita rasa, sementara berita harus diracik dengan fakta.KM-Nasti

