koranmonitor – MEDAN | Oknum pegawai PDAM Tirtanadi berinisial RP disebut-sebut menjadi calo proyek pengadaan material di lingkungan perusahaan milik Pemprov Sumut tersebut.
“Usulan Pengadaan Barang (UPB) untuk Pesona Indah Cemara sudah keluar bang. Yang ambil berkasnya Bang Rifai, ” ungkap Kadiv Umum Marhamah Hikmah ketika ditanya wartawan, Senin (31/8/2026).
Masih menurut Kadiv Umum Marhamah, oknum pegawai bernama Rifai, merupakan orang yang direkomendasikan mantan dewan pengawas PDAM Tirtanadi Rajamin Sirait.
“Pak Rajamin nelfon saya. Katanya nanti yang ambil berkasnya Bang Rifai, ” sebut Marhamah dalam pesan singkatnya di nomor 0811 651 XXX.
Informasi dihimpun wartawan, menyebutkan oknum bernama Rifai yang disebut Kadiv Umum Marhamah, merupakan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) PDAM Tirtanadi.
Pria bernama lengkap Ahmad Rifai Parinduri, mengawali karir di PDAM Tirtanadi sebagai staf ahli dewan pengawas periode 2010-2013.
Setelah berakhit peiodesasi, selanjutnya Rifai menjadi honor dan hingga saat ini dirinya menjabat sebagai Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) PDAM Tirtanadi.
Dirut Diminta Tertibkan Pegawai
Menanggapi oknum pegawai yang merangkap menjadi calo proyek di lingkungan PDAM Tirtanadi, Direktur Eksekutif Hukum & HAM Aliansi Masyarakat Sumatera Utara (AMSUB) Riadi SH, meminta kepada Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtanadi Ardian Surbakti, untuk bertindak tegas menertibkan pegawai yang rangkap jabatan menjadi calo proyek.
“Jika pegawai sudah jadi calo proyek, artinya ada kesalahan dalam management di internal PDAM Tirtanadi. Kita meminta Dirut supaya mengusut masalah ini secara tegas. Jika benar, maka sudah selayaknya oknum tersebut dicopot, ” tegas Riadi.
Riadi mengaku pihaknya sudah lama mendengar tidak sehatnya persoalan oengadaan barang dan jasa di lingkungan PDAM Tirtanadi. Bahkan mantan pejabat dan pegawai PDAM Tirtanadi juga masih ‘mengobok-obok’ di perusahaan BUMD milik Pemprovsu tersebut.
“Oknum mantan pejabat dan pegawai PDAM Tirtanadi inilah yang membuat rusak perusahaan. Jika budaya ini masih terus berlanjut, maka ke depan bisa diprediksi perusahaan BUMD Pemprovsu itu akan menjadi sasaran temuan hukum aparat penegak hukum,” tegasnya.
Riadi menegaskan, pihaknya juga akan melakukan aksi terkait budaya nepotisme dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan PDAM Tirtanadi.
“Kita akan melakukan aksi dan mendesak Gubsu Bobby Afif Nasution supaya memberi perhatian khusus kepada PDAM Tirtanadi. Karena kita juga tahu, Dirut Ardian Surbakti merupakan kawan dekat Gubsu Bobby Nasution dan juga satu kampus di IPB Bogor ” tegas Riadi SH.
Dirut PDAM Tirtanadi, Ardian Surbakti ketika dikonfirmasi melalui telefon selularnya dinomor 0811 4360 XXXX tidak memberikan jawaban hingga berita ini diturunkan.
Demikian pula Sekretaris Perusahaan dan Humas PDAM Tirtanadi Nurlin ketika dikonfirmasi di nomor telfon selulernya di nomor 0813 9676 XXXX juga tidak memberikan jawaban, sampai berita ini dimuat. KMC/R
