BINJAI | Dugaan perusakan panti rehabilitasi narkotika dilakukan Orang Tak di Kenal (OTK), diduga ditolak masyarakat karena terindikasi tidak sesuai rencana.

Masyarakat menduga material tanah di lahan yang dikelola dibawa keluar, untuk dikomersilkan.

Kades Pasar 6 Kwala Mencirim, Waris Suriadi dikonfirmasi terkait adanya penolakan masyarakat mengatakan, karena awalnya rencana pembangunan panti rehab konsep pesantren. Namun, warga malah melihat ada alat berat beko, dan truk masuk alasan membuat kolam.

“Buat pesantren katanya. Masyarakat gak ada masalah kalau pesantren. Tapi tahu-tahu masuk alat berat buat danau buatan, dan material harus dikeluarkan, saya kurang ngerti kalau Galian C. Jadi mungkin ada oknum warga menolak karena tidak sesuai rencana,” beber Kades Pasar 6 Kwala Mencirim, Selasa (14/4/2020).

Diungkapkan Waris Supriadi, alat berat berupa beli kemarin sudah tidak ada lagi. ” Kalau sudah gak boleh kata masyarakat ya gak boleh, kami ini kan hanya penengah saja yakan,” tambahnya.

Sedangkan salah satu pengelola panti rehab, Khairul Ghozali dikonfirmasi juga mengaku belum membuat laporan. Dia juga membenarkan bahwa memakai alat berat, dan membawa tanah keluar lahan untuk dijual.

“Gak jadi buat laporan. Nanti jadi opini gak betul, di media saja lah. Sempat ada alat berat untuk pemerataan tanah dan jalan. Material bawa keluar gak mungkin ditumpuk. Material (tanah) dijual lah untuk membiaya pembangunan itu,” ujarnya.

Menyikapi hal ini, Kapolsek Sei Bingai melalui Kanit Intel Aiptu CM Tanjung mengatakan, pihaknya telah melakukan pendekatan kedua belah pihak, antara masyarakat dan pengelola panti rehab untuk bermediasi.

Dan sejauh ini pihak pengelola belum membuat laporan resmi terkait kejadian ini.

“Kami sudah lakukan mediasi kedua belah pihak dan terus memantau di lapangan. Laporan mereka juga belum ada ke polsek kita,” pungkasnya.

Diketahui panti rehabilitasi narkoba yang didirikan dan dikelola oleh mantan-mantan napi terorisme, di Kwala Mencirim Binjai dirusak oleh OTK. Satu pondok yang hendak dibangun dibakar dan sudah rata dengan tanah.

Perusakan itu terjadi pada Sabtu malam (11/4/2020) sekitar pukul 20.00 WIB. Panti rehabilitasi ini masih dalam proses pembangunan, didirikan mantan-mantan napi terorisme, seperti Gogon, Ramses, Rizki Gunawan dan Khairul Ghazali.

Tujuannya untuk kegiatan para mantan napi terorisme dan kombatan, agar ada kegiatan ekonomi mereka dan integrasi bermanfaat untuk masyarakat.

Panti rehabilitasi yang dirusak ini masih berupa sebuah pondok dan plang, dan rencananya sesuai rencana akan dibangun masjid, pondok-pondok rehab, klinik, ruang belajar, danau buatan dan taman-taman edukasi untuk terapi alam bagi pasien-pasien korban narkoba.KM-Zai Nst