Categories: Uncategorized

Jadikan Pantai Sejarah Icon Wisata Batubara

BATUBARA | Masuknya tentara Dai Nippon ke Sumatera melalui Pantai Perupuk Kec. Lima Puluh Kab. Batubara pada awal Perang Dunia II Tahun 1941 meninggalkan jejak yang sulit dilupakan warga disana.

Dikisahkan orang-orang tua untuk membangun bunker di pinggir pantai Perupuk sebagai tempat pendaratan tentara sekaligus lokasi mobilisasi untuk menundukkan Pulau Sumatera, ratusan pekerja rodi dikerahkan.

Pekerja rodi yang dipekerjakan disana berasal dari Jawa dan Indo China serta warga setempat.

Sisa bunker peninggalan Jepang tersebut hingga kini masih ada meski hanya tinggal 2 unit saja. Namun kondisi bekas bunker tersebut sangat memprihatinkan, kulit kerang dan tanah menutup jalan masuk ke bunker yang dahulu saling berhubungan antar satu bunker dengan bunker lainnya.

Anggota DPRDSU dapil Batubara, Asahan dan Tanjungbalai Zulkifli, S.Pd.I, Rabu (09/01/2019) menyatakan pantai Perupuk yang telah menjadi sejarah sehingga namanya menjadi Pantai Sejarah seharusnya dirawat dan dijadikan icon wisata Kabupaten Batubara.

Zulkifli berharap Bupati Batubara yang baru dilantik 27 Desember 2018 lalu melirik potensi pantai Sejarah sebagai objek wisata yang menawan dan memiliki histori sejarah.

” Beliau sebelumnya kan anggota DPRDSU jadi tidak diragukan lagi kepiawaiannya meloby Pemprovsu dan DPRDSU agar mengucurkan anggaran menata objek wisata sejarah di pantai Perupuk,” ujarnya.

Pantai Perupuk Kec. Lima Puluh, Kab. Batubara

Zulkifli meyakini apabila dikelola dengan baik dan serius, Pantai Sejarah di Kabupaten Batubara dapat menyamai pantai di Serdang Bedagai. Diyakininya dengan sedikitnya 2 kelebihan yang dimiliki Pantai Sejarah, kelak dapat menjadi icon wisata yang dikunjungi bukan hanya turis lokal namun juga dikunjungi turis mancanegara.

Menurut amatan politisi PDIP tersebut 3 kelebihan pantai tersebut adalah sisi sejarah dan letaknya yang sangat stategis dari Pulau Pandan dan Pulau Salah Nama.

Selain itu menurut Zulkifli pantai Sejarah yang berada ditengah-tengah Kabupaten Batubara dapat diintegrasikan dengan pantai perjuangan (Sujono), pantai alam Datuk, pantai Bunga dan Pantai Bali Lestari.

“Tentunya apabila telah menjelma sebagai objek wisata akan memberikan kontribusi baik kepada warga setempat maupun ke Pemkab Batubara,” harap Zulkifli.KM-eps/dol

admin

Recent Posts

Polres Labusel Gelar Doa Bersama dalam Rangka “Damai Indonesiaku”

koranmonitor - LABUSEL | Personel Polres Labuhan Batu Selatan (Labusel) menggelar doa bersama, dalam rangka…

26 menit ago

PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari DPR RI

koranmonitor - JAKARTA | Wakil Ketua Umum (Waketum) PAN Viva Yoga Mauladi mengumumkan penonaktifan Eko…

5 jam ago

MKD DPR RI Minta Ketum Parpol Nonaktifkan Anggota DPR Bermasalah!

koranmonitor - JAKARTA | Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI meminta para ketua umum partai…

7 jam ago

Menteri Pertanian Sebut Harga Beras Turun di 32 Provinsi

koranmonitor - JAKARTA | Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, harga beras turun di 32…

23 jam ago

Bertemu Prabowo, Ormas Islam Siap Sinergi Jaga Kondusifitas Bangsa

koranmonitor - JAKARTA | Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan 16 organisasi keagamaan di kediamannya,…

23 jam ago

SADIS! Gegara Tagih Utang Rp 200 Ribu, Wanita di Binjai Dihabisi Kekasih, Pelaku Dikatain Miskin

koranmonitor - BINJAI | Kasus penemuan mayat wanita yang menggegerkan warga kos-kosan Jalan Tamtama, Kelurahan…

1 hari ago