Jadikan Pantai Sejarah Icon Wisata Batubara

oleh -206 views

BATUBARA | Masuknya tentara Dai Nippon ke Sumatera melalui Pantai Perupuk Kec. Lima Puluh Kab. Batubara pada awal Perang Dunia II Tahun 1941 meninggalkan jejak yang sulit dilupakan warga disana.

Dikisahkan orang-orang tua untuk membangun bunker di pinggir pantai Perupuk sebagai tempat pendaratan tentara sekaligus lokasi mobilisasi untuk menundukkan Pulau Sumatera, ratusan pekerja rodi dikerahkan.

Pekerja rodi yang dipekerjakan disana berasal dari Jawa dan Indo China serta warga setempat.

Sisa bunker peninggalan Jepang tersebut hingga kini masih ada meski hanya tinggal 2 unit saja. Namun kondisi bekas bunker tersebut sangat memprihatinkan, kulit kerang dan tanah menutup jalan masuk ke bunker yang dahulu saling berhubungan antar satu bunker dengan bunker lainnya.

Anggota DPRDSU dapil Batubara, Asahan dan Tanjungbalai Zulkifli, S.Pd.I, Rabu (09/01/2019) menyatakan pantai Perupuk yang telah menjadi sejarah sehingga namanya menjadi Pantai Sejarah seharusnya dirawat dan dijadikan icon wisata Kabupaten Batubara.

Zulkifli berharap Bupati Batubara yang baru dilantik 27 Desember 2018 lalu melirik potensi pantai Sejarah sebagai objek wisata yang menawan dan memiliki histori sejarah.

” Beliau sebelumnya kan anggota DPRDSU jadi tidak diragukan lagi kepiawaiannya meloby Pemprovsu dan DPRDSU agar mengucurkan anggaran menata objek wisata sejarah di pantai Perupuk,” ujarnya.

Pantai Perupuk Kec. Lima Puluh, Kab. Batubara

Zulkifli meyakini apabila dikelola dengan baik dan serius, Pantai Sejarah di Kabupaten Batubara dapat menyamai pantai di Serdang Bedagai. Diyakininya dengan sedikitnya 2 kelebihan yang dimiliki Pantai Sejarah, kelak dapat menjadi icon wisata yang dikunjungi bukan hanya turis lokal namun juga dikunjungi turis mancanegara.

Menurut amatan politisi PDIP tersebut 3 kelebihan pantai tersebut adalah sisi sejarah dan letaknya yang sangat stategis dari Pulau Pandan dan Pulau Salah Nama.

Selain itu menurut Zulkifli pantai Sejarah yang berada ditengah-tengah Kabupaten Batubara dapat diintegrasikan dengan pantai perjuangan (Sujono), pantai alam Datuk, pantai Bunga dan Pantai Bali Lestari.

“Tentunya apabila telah menjelma sebagai objek wisata akan memberikan kontribusi baik kepada warga setempat maupun ke Pemkab Batubara,” harap Zulkifli.KM-eps/dol