Emas dan rupiah.
koranmonitor – MEDAN | Pasca pengunduran diri sejumlah petinggi OJK pada akhir pekan kemarin, IHSG ditutup melemah 4.88% ke level 7.922,731. Ada 720 saham yang alami penurunan, dan 58 saham yang tetap ditutup menguat.
Selama sesi perdagangan berlangsung, IHSG sempat menyentuh 7.820 sebagai level terburuk di awal pekan. Sejumlah saham Big Caps yang mengalami pelemahan diantaranya adalah BUMI, ANTM, TLKM, TINS hingga UNTR.
Menurut Pengamat Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin menyampaikan, pelaku pasar masih menanti hasil pertemuan antara SRO (self-regulatory organization) Indonesia dengan pihak MSCI (Morgan Stanley Capital International).
“Hasil pertemuan tersebut akan merubah arah pergerakan pasar keuangan selanjutnya. Dimana dari hasil pertemuan tersebut nantinya akan tergambar pola kebijakan atau kesepakatan yang mungkin tercapai nantinya,” sebutnya melalui keterangan tertulisnya, Senin (2/2/2026).
Sehingga respon pasar saham pada perdagangan hari ini akan menjadi pertimbangan akan pentingnya mengatasi sejumlah isu negatif yang menekan bursa di awal pekan.
“Di waktu yang sama mata uang Rupiah ditransaksikan melemah ke level Rp16.785 per US Dolar. Rupiah pada perdagangan hari ini bergrak dalam rentang yang terbatas, ditengah rilis data inflasi yang masih sesuai dengan perkiraan,” ujarnya.
Data laju tekanan inflasi yang relatif stabil secara tahunan di level 2.45% secara year on year, serta data manufaktur yang membaik sempat membuat Rupiah alami penguatan.
“Disisi lainnya harga emas dunia pada perdagangan hari ini ditransaksikan stabil dikisaran level $4.718 per ons troy atau sekitar 2.55 juta per gram. Belum terlihat ada potensi pemulihan setelah mendapatkan tekana jual sejak perdagangan akhir pekan kemarin,’ tutupnya. KMC/R

