Polda Sumut Periksa Dua Kapolres Samosir Terkait Penggelapan Pajak

oleh -23 views
Soal Konsorsium 303, IWO: Kapolda Sumut Dinilai Tak Perlu Reaktif Jawab, Masyarakat Jadi Curiga
Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak

koranmonitor – MEDAN | Mantan Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon dan Kapolres Samosir Yogie Hardiman, diperiksa soal kasus penggelapan pajak yang dilakukan Bripka Arfan Saragih (AS)

” Tim Khusus dibentuk Polda Sumut dari Bidang Propam sudah periksa dua Kapolres untuk dimintai keterangan. Keduanya yakni Kapolres Samosir AKBP Yogie Hardiman dan mantan Kapolres sebelumnya yakni AKBP Joshua Tampubolon, yang saat ini menjabat sebagai Kapolres Belawan,” sebut Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak kepada wartawan, Selasa (28/3/2023) sore.

Kapolda mengatakan pemeriksaan yang dilakukan tim terhadap Kapolres Samosir AKBP Yogie Hardiman dilakukan secara menyeluruh, termasuk tentang kematian Bripka AS dan adanya dugaan penggelapan uang para wajib pajak kendaraan bermotor di Samsat Pangururan, Kabupaten Samosir.

Sementara itu, untuk AKBP Josua Tampubolon diperiksa tentang terjadinya dugaan penggelapan uang pajak kendaraan bermotor, saat menjabat sebagai Kapolres Samosir sebelumnya.

“Tim bekerja secara maraton melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap Kapolres Samosir, dan Kapolres sebelumnya yang berkaitan dengan dugaan bagaimana proses terjadinya penggelapan tersebut. Tidak hanya itu, Kasat Lantas dan Kanit Regiden Samosir juga dimintai keterangan,” tegas Kapolda.

Sampai saat ini, kata Kapolda tim masih bekerja dan akan kembali mengundang istri almarhum Bripka AS, untuk meminta kembali masukan-masukan apa yang menjadi kejanggalan bagi keluarga. Dan ini harus dibuktikan oleh tim yang saat ini masih mendalami baik dari penyelidikan hingga penyidikan.

“Kami (tim khusus) bekerja dengan profesional. Dan tim yang bentuk terdiri dari orang-orang yang memiliki kompetensi dan dalam pengawasan khusus dari inspektorat Polda Sumut,” ungkap Kapolda.

Diketahui bahwa dalam kasus ini ada lima orang terlapor, di antaranya Bripka Arfan Saragih dan empat pegawai honorer Bapenda UPT Samsat Pangururan, Samosir.

Kasus ini sudah ditingkatkan ke penyidikan. Namun, belum ada satupun yang ditetapkan sebagai tersangka. Kemungkinan dalam waktu dekat polisi segera menetapkan tersangka terhadap terduga pelaku penggelapan pajak kendaraan bermotor masyarakat senilai Rp2,5 miliar.

Sebelumnya, empat orang pegawai honorer Bapenda UPT Samsat Pangururan, Samosir diduga terlibat penggelapan pajak kendaraan bermotor senilai Rp2,5 miliar bersama seorang personel Polisi bernama Bripka Arfan Saragih. Namun, belakangan Bripka Arfan Saragih diduga tewas bunuh diri minum racun sianida.KM-fad/red