koranmonitor – MEDAN | Pemerintah Kota (Pemko) Medan menyiagakan 23 perahu karet dan menggandeng komunitas offroad, untuk memperkuat evakuasi warga dalam menghadapi potensi banjir. Langkah ini dilakukan menyusul prediksi puncak musim hujan pada November–Desember 2026.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan, Pemko Medan juga mengintensifkan pembersihan di wilayah rawan genangan serta memastikan kesiapan logistik dan sarana evakuasi untuk mengantisipasi cuaca ekstrem.
Hal itu disampaikan Rico seusai memimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda di halaman Balai Kota Medan, Rabu (28/10/2026). Ia didampingi Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap dan Pj Sekda Kota Medan Erfin Fachrurrazi.
Rico menjelaskan, kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini berkaitan dengan keberadaan bibit siklon di wilayah utara Sumatera, tepatnya di Aceh. Selain itu, potensi curah hujan tinggi menjadi perhatian menyusul peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Pemko Medan telah menggelar rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
“Hari ini kita lakukan rapat bersama dengan seluruh Forkopimda. Mengingat kemarin kita sudah ada peringatan, dan selanjutnya tanggal 27, 28, 29 kita masih dalam kondisi peringatan,” ujar Rico.
Sebagai langkah antisipasi, sebanyak 23 perahu karet disiagakan untuk mendukung penanganan banjir di sejumlah kecamatan. Pemko Medan juga melibatkan komunitas pencinta offroad untuk membantu mobilisasi dan evakuasi warga, terutama di lokasi yang sulit dijangkau.
“Tentu kita harus bersiap dengan segala daya upaya yang kita miliki,” pungkasnya. KM-fah/R

