Kumpulkan OPD dan Camat, Bobby Nasution: Harus Sigap Atasi Banjir di Wilayah Masing-masing

oleh -15 views
Kumpulkan OPD dan Camat, Bobby Nasution: Harus Sigap Atasi Banjir di Wilayah Masing-masing
Kumpulkan OPD dan Camat, Bobby Nasution: Harus Sigap Atasi Banjir di Wilayah Masing-masing

MEDAN-koranmonitor | Wali Kota Medan Bobby Nasution mengumpulkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan 21 Camat untuk membahas permasalahan banjir yang melanda Kota Medan belakangan ini di Restoran Kenanga Medan Tuntungan Jumat (26/11/2021).

OPD yang terkait dengan penanganan infrastruktur seperti Dinas PU beserta seluruh Kepala UPT, dimintai proyeksinya untuk atasi banjir. Namun pada pertemuan tersebut Bobby tampak kurang puas,hingga meminta rapat lanjutan dalam waktu dekat.

Bobby ingin Dinas PU dan UPT hingga camat sigap dan punya denah yang jelas dan terperinci untuk memetakan kawasan yang tergenang jika kondisi intensitas hujan rendah, sedang hingga tinggi.

“Dibutuhkan mitigasi yang jelas. Jadi apa permasalahan di wilayah masing-masing benar-benar bisa dipahami,” kata Bobby saat memimpin rapat tersebut.

Pada kesempatan itu Bobby juga minta para Camat yang daerahnya alami genangan banjir untuk memetakan. Berkolaborasi dengan UPT pada kesempatan selanjutnya sudah harus mempunya peta mitigasi dan solusi.

“Ini harus ada capaian solusinya setiap wilayah. Pemko Medan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan memiliki 5 UPT di 21 kecamatan. Ini (UPT) tentunya yang paling utama dalam mengatasi persoalan banjir, pastikan aliran air dari hulu ke hilir dapat mengalir dengan baik. Artinya, aliran yang paling hulu di Kecamatan Medan Tuntungan sampai dengan aliran di hilirnya, baik itu drainase, sungai maupun anak sungai yang ada di Kota Medan terkoneksi dengan baik,” kata Bobby Nasution.

Plt Kadis PU Kota Medan Ferri Ichsan menjelaskan, saat ini ada 1.514 lokasi titik genangan air. Dikatakannya, data itu sesuai laporan yang disampaikan masing-masing kecamatan tahun 2020. Untuk mengatasi titik genangan air tersebut, jelas Ferri, Dinas PU akan melakukan berbagai langkah teknis.

“Kita akan lakukan identifikasi serta pemetaan kondisi lokasi banjir dan genangan dengan melibatkan pihak kecamatan dan pihak kelurahan. Kemudian melakukan identifikasi dan evaluasi seluruh kinerja salurah eksisting primer dan sekunder yang ada, termasuk gorong-gorong, validasi dan updating pemetaan catchment dan catchment sungai dan drainase berdasarkan hasil kondisi lapangan. Di samping itu pembuatan database dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) Sistem Drainase Perkotaan dan normalsiasi anak-anak sungai dan sungai yang ada di Kota Medan,” jelas Ferry.

Tidak itu saja, ungkap Ferry, Dinas PU juga akan memasang jaring sampah di sungai. Kemudian, melakukan optimalisasi pembersihan seluruh endapan-endapan dalam saluran drainase eksisting yang ada, mengoptimalkan operasionalisasi dan pemeliharaan kanal banjir, termasuk keberadaan pintu air.

Dinas PU juga akan membangun drainase primer dan sekunder untuk mendukung drainase yang sudah ada, serta melakukan pembangunan sumur serapan dan lubang biopori. Sedangkan untuk program jangka panjang, Dinas PU akan melakukan penanganan di wilayah hilir, tengah dan hulu sungai,” paparnya.