MEDAN | Asyiknya lantunan musik reggae dari Bemby and Friends memecah suasana Car Free Day di Lapangan Merdeka Kota Medan, Minggu (12/8). Dihadapan mereka ada sebuah kardus bertuliskan donasi untuk korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Aksi Bemby and Friends dilirik masyarakat yang sedang berolahraga. Sambil menikmati musik, satu persatu mulai merogoh kantong. Mereka menyisihkan uang untuk memberikan donasi kepada korban gempa.
Komunitas musik reggae itu ternyata bergabung dengan komunitas lainnya. Mulai dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA-DMI) Sumut, Lembaga Dakwah Kampus (LDK), jurnalis dari Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumut. Mereka sudah menggalang dana selama sepekan belakangan. Seluruhnya memasang #kitapedulilombok sebagai branding penggalangan dana.
Selama sepekan #kitapedulilombok berpencar di beberapa titik di Kota Medan. Mulai dari persimpangan jalan, kampus hingga ke beberapa lokasi keramaian jadi target pwngumpulan donasi. Tidak hanya uang tunai, mereka juga menerima donasi dalam bentuk barang seperti pakaian layak dan makanan yang bisa dalam waktu cukup lama.
“Sudah sepekan ini, kita fokus pada penggalangan dana. Kita coba kumpulkan beberapa komunitas, untuk bahu membahu membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang ada di Lombok,” kata Mei Leandha, Ketua IWO Sumut, Minggu (12/8).
Selain kelompok mahasiswa dan jurnalis, KopiTAO salah satu produsen kopi yang fokus pada kesejahteraan oetani lokal juga ikut menggalang dana. “Beli Kopi Rp 5000, sudah berdonasi untuk Lombok,” begitu kalimat yang di kotak donasi. Seluruh keuntungan yang didapat Kopi Tao akan didonasikan untuk Lombok.
Dari seluruh aksi penggalangan dana itu, #kitapedulilombok berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp 14 juta. Donasi langsung diserahkan ke lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumut.
Humas ACT Sumut Ilham Moehammad menyambut baik penyaluran donasi. Ilham mengatakan, saat ini cukup banyak yang harus dibenahi di Lombok pascagempabumi. Mereka mencatat kebutuhan rehabilitasi Lombok mulai dari pembangunan toilet umum, Masjid Darurat, sekolah darurat dan shelter atau rumah sementara untuk korban gempa.
ACT juga sedang mengumpulkan sapi untuk kurban karena sudah mendekati Hari Raya Idul Adha. Ada 100 sapi yang dibutuhkan.
“Selain itu kita butuh dapur umum dan menyewa angkutan untuk relawan yang akan berangkat menyalurkan bantuan ke Lombok dari Sumatera menuju Lombok,” kata Ilham.
Saat ini mereka sedang berkoordinasi dengan TNI AU untuk memakai pesawat Hercules yang akan mengangkut bantuan ke Lombok. “Kita juga mengajak mahasiswa di Sumut untuk bergabung bersama relawan untuk Lombok,” pungkasnya.
Diskusi dengan ACT membuat #kitapedulilombok semakin terpacu. Penggalangan dana rencananya akan dilakukan dalam sepekan ke depan. Pada puncak penggalangan dana, mereka akan menggelar pentas seni lintas komunitas. Mulai dari, komunitas Nasyid, Reaggae dan komunitas lainnya akan berkumpul memeriahkan acara pentas seni untuk Lombok.
“Kita mengajak seleuruh komunitas yang ada di Kota Medan untuk bergabung. Ayo donasi untuk Lombok. Lombok adalah Kita. Lombok juga Indonesia,” Koordinator penggalangan dana #kitapedulilombok Fajar.
Data terakhir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 392 orang meninggal dunia akibat gempabumi 7 SR di wilayah di NTB dan Bali. Sebaran korban meninggal dunia akibat gempa adalah di Kabupaten Lombok Utara 339 orang, Lombok Barat 30 orang, Kota Mataram 9 orang, Lombok Timur 10 orang, Lombok Tengah 2 orang dan Kota Lombok 2 orang. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan roboh saat gempa.
Korban luka-luka tercatat 1.353 orang. Diantaranya 783 orang luka berat dan 570 orang luka ringan. Korban luka-luka paling banyak terdapat di Lombok Utara sebanyak 640 orang. Sementara itu pengungsi sebanyak 387.067 orang yang tersebar di ribuan titik pengungsian. Sebaran dari pengungsi adalah di Kabupaten Lombok 198.846 orang, Lombok Barat 91.372 orang, Kota Mataram 20.343 orang, dan Lombok Timur 76.506 orang.
Kerusakan fisik meliputi 67.875 unit rumah rusak, 606 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit mushola rusak, dan 20 unit perkantoran rusak. Proses penanggulangan bencana di Lombok sudah memasuki hari ketujuh. red