Takut Jalan Masuk Ditutup, Warga Inapkan 600 Ekor Lembu di Areal Perkebunan PT Kuala Gunung

oleh -18 views

BATUBARA | Sekitar 600 ekor ternak lembu milik warga, telah tiga malam diinapkan peternak warga Dusun II Desa Empat Negeri Kec. Lima Puluh Kab. Batubara di areal perkebunan PT Kuala Gunung Lima Puluh.

Hal itu benarkan Jeni (28) salah seorang warga yang memiliki ternak ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (24/1/2019).

Menurut Jeni yang dibenarkan warga lain, mereka khawatir perusahaan akan menutup jalan apabila lembu mereka keluar dari areal perkebunan.

“Kami sepakat lembu yang berada di areal perkebunan Kuala Gunung tidak dibawa pulang karena kami khawatir mereka akan segera menutup jalan bila lembu kami keluar. Kalau sudah begini dimana kami mengangon (menggembala),” ujar Jeni sedih.

Dikatakan mereka akan bertahan seperti sekarang ini meski harus bergiliran jaga malam hingga ada respon pemerintah.

Kepala dusun (Kadus) II Desa Empat Negeri Elpiadi ikut mendampingi puluhan warga di pinggiran lokasi areal perkebunan PT. Kuala Gunung yang mengeluarkan larangan mengangon (mengembala) di areal perkebunan mereka.

Disebutkan Elpiadi, alasan pihak perusahaan melarang warga angon di areal perkebunan Kuala Gunung karena hendak dilakukan penyisipan pohon kelapa sawit yang rusak atau mati.
“Itu bukan suatu alasan yang tepat,” sergah Elpiadi.

Apalagi selama ini warga dusun II Desa Empat Negeri sudah melakukan yang terbaik kepada perusahaan PT. Kuala Gunung dengan mengizinkan jalan dusun mereka selama 13 bulan dilalui truk sawit perkebunan.

“Untuk tidak merugi kami kasih numpang lewat kendaraannya untuk mengeluarkan hasil panennya di dusun kami. Kami punya jasa kepada perusahaan PT.Kuala Gunung. Sementara di desa lain mereka dilarang numpang lewat, koq air susu dibalas air tuba sama kami,” sebut Elpiadi dengan wajah kecewa.

Hal yang sama juga disampaikan puluhan pemilik ternak lembu. Jeni mewakili rekan – rekan pemilik ternak mengungkapkan, memang pihak perusahaan PT. Kwala Gunung tidak bisa dibaiki, apa lah salahnya pemilik ternak diizinkan untuk angon.

“Rumputnya yang kami minta, kalau dilarang begini, 600 ekor lembu kami terancam mati kelaparan, sebab lokasi lain untuk rumput makanan ternak lembu kami tidak ada lagi. Apa perusahaan tak kasihan sama kami selaku warga berdampingan dengan perusahaan,” kata Jeni.

Pantauan sampai Rabu sore di lokasi kumpulnya puluhan pemilik ternak, Kades Desa Empat Negri yang dihubungi warga tak kunjung datang.

Pihak perusahaan PT. Kuala Gunung melalui Asisten Kepala (Askep) Gunawan,SP kepada mengatakan, bila warga peternak bermohon agar ternak lembunya bisa angon di areal perkebunan, silahan tanyakan dan sampaikan langsung kepada pimpinan perusahaan.

“Yang saya tau surat larangan sudah disampaikan kepada Kadus dan Kepala Desa, saya di perusahaan ini sebatas bekerja dan menjalankan perintah,” ungkap Gunawan.KM-eps