Tujuh Warga Kutalimbaru Binaan YBM PLN Sumut Ucapkan Syahadat, 4 Orang Dikhitan

oleh -40 views

KUTALIMBARU | Tujuh warga Kampung Muallaf binaan YBM PLN Sumut, Dusun XI Sembekan Dua, Lau Gedang, Kutalimbaru, Deli Serdang mengucapkan dua kalimat Syahadat pada hari Jumat (12/10/18) di Masjid Nurul Yaqin, Lau Gedang. Empag orang diantaranya langsung melaksanakan khitan sesaat setelah resmi memeluk Agama Islam.

Acara yang diinisasi YBM PLN Sumut, dengan menggandeng Bulan Sabit Merah Indonesia dan Komunitas Sepeda 12 Pas ini, merupakan lanjutan dari Program Bina Kampung Muallaf yang dilaksanakan dua minggu sebelumnya.

Selain itu, YBM PLN juga memberikan genset untuk masjid, perlengkapan membangun MCK untuk rumah ustadz, dan memperbarui instalasi lampu di masjid.

Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan YBM PLN Sumut, Alamsyah Siregar mengatakan, sesuai dengan rencana lanjutan Program Bina Kampung Muallaf, YBM PLN Sumut memberikan bantuan untuk penyempurnaan masjid dan fasilitas penunjang bagi ustadz yang ditempatkan di Dusun XI Sembekan Dua.

“Untuk memfasilitasi warga yang ingin menjadi muallaf dan khitan ini merupakan permintaan khusus dari warga, dengan senang hati kami membantu memfasilitasi dan menggandeng Bulan Sabit Merah Indonesia untuk mengkhitan”, jelas Alam.

Warga yang bersyahadat terdiri dari 5 laki-laki dan 2 perempuan, dipandu oleh Ustadz Ibnu Rusdi dari Pos Da’i Sumut yang bekerjasama dengan YBM PLN Sumut. Dan yang dikhitan berjumlah 4 orang yang sebagian besar berusia dewasa, bahkan ada pula yang sudah menikah.

Meski demikian, mereka tidak malu untuk melakukannya karena memang menjadi hal yang disyariatkan kepada ummat muslimin yang sudah akhil baligh.

Ridwan, Imam Masjid Nurul Yaqin seusai acara mengungkapkan bahwa acara seperti ini baru sekali seumur hidupnya selama ia tinggal di Dusun XI Sembekan Dua, ia merasa terharu Ummat Muslim di dusunnya bisa guyub rukun menyambut saudara muslim yang baru bergabung, dan membuatnya tak kuasa menahan air mata.

“Saya sangat terharu dengan adanya saudara-saudara kita yang mendapat hidayah untuk memeluk Islam, dan disambut warga dengan sangat guyub dan lengkap dengan hidangan macam pesta, baru sekali seumur hidup”, ungkapnya.

Ridwan juga mengucapkan terimakasihnya kepada YBM PLN Sumut yang telah memfasilitasi acara ini, dan selalu senantiasa memberikan bantuan untuk kemajuan Ummat Islam di Dusun XI Sembekan Dua.

“Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada YBM PLN yang sejauh ini sudah banyak membantu memajukan ummat, dan selalu mengakomodir apa yang menjadi kebutuhan Ummat Islam di sini”, pungkasnya.

Supardi, salah satu peserta syahadat dan khitan mengungkapkan bahwa perasaannya terasa lega dan tenang. “Legalah, dan saya siap untuk belajar Islam lebih banyak lagi”, sambungnya.

Pria yang kini telah berusia 27 tahun itu mengaku ingin memeluk Islam karena panggilan hati, tidak ada paksaan dan intimidasi dari siapapun.

Begitu pula dengan kedua adiknya dan ibu kandungnya, mereka satu keluarga memeluk Islam dalam waktu yang bersamaan karena panggilan hati.

Berbeda dengan Supardi dan keluarganya, Sabeth, seorang ibu rumah tangga memutuskan untuk memeluk Islam setelah suaminya terlebih dahulu mengucapkan dua kalimat syahadat.

Dengan mata berkaca-kaca, wanita yang juga sudah mengenakan jilbab itu mengungkapkan kelegaan hatinya. “Alhamdulillah, rasanya tenang dan damai di hati, Pak”, jawabnya sesaat seusai bersyahadat.red